Notification

×

Iklan Lptopt

Iklan Hp

SPACE IKLAN HP

Kasus Tindak kekerasan Siswa SMP N 2 Lubuk Linggau Berbuntut Panjang

Kamis, 08 Juni 2023 | 7:29:00 AM WIB Last Updated 2023-06-08T16:24:11Z
    Bagikan Berita ini


DETIK TV SUMSEL | LUBUK LINGGAU -
Tindak kekerasan antar siswa SMP 2 Lubuklinggau berbuntut Panjang

Hari ini Kamis, 8/6/2023 Pihak sekolah mempertemukan masing-masing orangtua siswa. Dihadiri Kepala Sekolah, Guru BP,  Guru Piket serta Perwakikan Babinsa Koramil Lubuklinggau.  
 Kedua Orang tua pelajar SMP Negeri 2 yang  dipertemukan, baik dari ortu korban Pd dan ortu pelaku Rs bertujuan Mediasi,  Jelas Parman selaku Kepsek SMP Negeri 2 Lubuklinggau.   

Di dalam Pertemuan di ruang Guru SMP Negeri 2 tersebut, Orang tua R mengakui kesalahan anaknya dan meminta maaf pada Orangtua Pd. "Memang seringkali dipanggil oleh Pihak Sekolah karena sikap anak saya dalam mengikuti proses belajar di sekolah.  Pernah dipanggil karena tidak mengerjakan PR,  bukan karena masalah lain,  Rs anaknya memang mau main bola terus", ujarnya dalam pertemuan ini.  
Kemudian Pihak Rs berjanji akan mendatangi keluarga Pd., sesudah pertemuan ini secara kekeluargaan

Guru BP saat pertemuan memberi keterangan bahwa siswa Rs memang sering dipanggil selama sekolah di SMP ini.  Terkait kenakalannya dan soal nilai di kelasnya. Lebih lanjut Guru BP juga memberi informasi dalam kasus saat ini, "RS dengan didampingi orangtua sudah membuat Surat Pernyataan tertulis, yang isinya tidak akan melakukan pemukulan dan taruhan uang dalam sepak bola lagi di sekolah", ungkapnya dalam pertemuan tersebut.  

Kejadian Pemukulan Rs terhadap Pd siswa SMP Negeri 2 Lubuklinggau ini dalam jam istirahat sekolah mengakibatkan luka memar bengkak mata kanan dan luka bagian tubuh lain pada hari Jumat, 26/5/2023. Penganiayaan oleh rekan satu sekolah ini menyebabkan Pd rawat inap 3 hari di rumah sakit.  Sampai saat ini Pd masih mengalami pendarahan dari hidung. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter karena penyumbatan gumpalan darah di dalam hidung, menurut keterangan orang tua Pd.  

Pd didampingi orangtua P menceritakan kronologis kejadian, pada Jumat pagi itu, dia dan temannya sedang bermain bola di lapangan sekolah. Kemudian datang pelaku Rs dan temannya ingin mengambil alih lapangan tempat bermain bola. Akhirnya Rs tiba-tiba melakukan pemukulan terlebih dahulu pada Pd.  

Tim detiktvsumsel mendapati data Guru BP bahwa Rs tersebut memang sering mendapati "catatan hitam", terkait melakukan pemukulan/terjangan pada siswa lain, tidak tuntas mengerjakan Tugas,  Etika dalam kelas, bully nama orangtua, dan perkelahian beberapa kali.  Dan didapati juga informasi bahwa siswa lain banyak yang takut pada Rs.  

Hasil dari Pertemuan kedua siswa di sekolah akhirnya Orang tua Pd akan menerima maaf dari Pelaku jika terpenuhi 2 syarat. Syarat  Pertama meminta sekolah SMP Negeri 2 memberi sanksi pada Siswa Rs agar dikeluarkan dari sekolah atas kejadian yang menimpah anaknya. Dengan harapan agar tidak terjadi peristiwa serupa pada Pd dan anak lain.  Syarat Kedua,  Pihak Rs bersedia menanggung biaya Rumah sakit. Sementara menunggu pemanggilan saksi dari Polres P21 lengkap,  upaya pemenuhan syaratnya pada sekolah dan Pihak Rs masih ditunggu perkembangan. 

Sampai berita ini dirilis Proses penyidikan terus berlanjut di PPA Polres Lubuklinggau dan belum ada sanksi yang diberikan Sekolah pada Pelaku. (Fer/Bambg)
×
Berita Terbaru Update