Notification

×

Iklan Lptopt

Iklan Hp

SPACE IKLAN HP

Kontroversi Pungutan di SMAN1 Tebing Tinggi, Empat Lawang, Menjadi Sorotan di Media Sosial

Rabu, 30 Agustus 2023 | 10:04:00 AM WIB Last Updated 2023-08-30T17:04:21Z
    Bagikan Berita ini



DETIK TV SUMSEL | Empat Lawang - Video pengakuan seorang kepala sekolah dari SMAN 1 Tebing Tinggi, Empat Lawang, Sumatra Selatan, mengenai pengutan dana kepada wali murid dengan dalil untuk membeli mobil dinas dan merehabilitasi musolah, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial.

Video tersebut viral dan memicu berbagai respons serta komentar dari masyarakat.
Dalam video yang beredar luas di platform media sosial, terlihat kepala sekolah tersebut mengakui dengan tegas bahwa pihak sekolah memungut uang dari wali murid dengan tujuan yang terkesan kontroversial.

Kepala sekolah tersebut berdalih bahwa dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk membeli mobil dinas serta merehabilitasi musala di lingkungan sekolah.

Tidak lama setelah video tersebut viral, berbagai komentar dari pengguna media sosial berdatangan sebagai bentuk tanggapan atas tindakan kontroversial ini. Sejumlah komentar yang mencerminkan keprihatinan dan ketidaksetujuan muncul di berbagai platform, di antaranya:



- Akun Facebook atas nama Ari Sondang mengekspresikan kekesalannya terhadap tindakan pengutipan dana yang dianggap tidak beralasan. Ari Sondang berpendapat bahwa tujuan sekolah seharusnya adalah membentuk kualitas siswa yang unggul, bukan sekadar mengumpulkan dana secara tidak adil.

Akun Facebook atas nama Abu Bakar mengajak kepala sekolah untuk bertaubat dan berhenti melakukan tindakan yang merugikan masyarakat dan mencoreng citra pendidikan.
- Akun Epan Lee mengusulkan sanksi berat, yakni pemecatan, sebagai tindakan tegas yang harus diambil terhadap kepala sekolah yang terlibat dalam pengutipan dana kontroversial tersebut.

Akun Tiktok atas nama Sirwansabana99 secara tegas mengkritik kepala sekolah dan menghubungkannya dengan tindakan pungutan liar. Ia bahkan menyinggung kemungkinan konsekuensi hukum yang dapat dihadapi oleh pihak sekolah dalam kasus ini.

Menanggapi respons masyarakat dan viralnya video tersebut, Edi, seorang perwakilan dari Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan, menyarankan agar media melaporkan kasus ini ke Dumas (Dewan Pengawas Daerah) Inspektorat Provinsi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah SMAN1 Tebing Tinggi akan mendapatkan tindaklanjut yang sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

Kasus ini terus menjadi sorotan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Respons tegas dari masyarakat dan upaya penindakan yang dilakukan oleh instansi terkait diharapkan akan membawa kejelasan mengenai dugaan pungutan yang terjadi di SMAN1 Tebing Tinggi.(Sultan) 




×
Berita Terbaru Update