EMPATLAWANG–DetiktvSumsel.co.id
Komitmen Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam mendukung program prioritas nasional terus ditunjukkan secara nyata. Bupati Empat Lawang, Joncik Muhamad, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini progres fisiknya telah mencapai sekitar 73 persen.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berjalan lancar dan sesuai target. Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu langkah konkret pemerintah pusat dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam keterangannya di lokasi proyek, Joncik Muhamad menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah berupaya maksimal agar Kabupaten Empat Lawang dapat menjadi salah satu daerah yang menerima program prestisius tersebut.
“Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Bapak Presiden dan tentu menjadi program yang kami dukung penuh di daerah. Alhamdulillah, Empat Lawang berhasil masuk dalam tahap kedua bersama beberapa daerah lain di Sumatra Selatan,” ungkap Joncik.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Empat Lawang mengusung konsep *boarding school* (sekolah berasrama) dengan fasilitas yang tergolong lengkap dan modern. Tidak main-main, total anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk proyek ini mencapai sekitar Rp234 miliar.
Berbagai fasilitas megah yang sedang dikebut pengerjaannya meliputi:
* Ruang belajar modern untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
* Laboratorium terintegrasi.
* Asrama putra dan putri yang representatif.
* Masjid dan rumah ibadah.
* Lapangan sepak bola dengan rumput berstandar internasional.
“Ini bukan sekolah biasa. Semua fasilitas dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kualitas terbaik bagi siswa. Bahkan lapangan sepak bolanya pun menggunakan standar internasional,” jelas Joncik.
Program Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan. Oleh karena itu, kuota siswa diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Bupati Joncik memberikan peringatan keras agar proses seleksi berjalan transparan, jujur, dan tepat sasaran tanpa adanya intervensi atau manipulasi data dari pihak mana pun.
“Saya tegaskan, tidak boleh ada manipulasi data! Sekalipun itu keluarga pejabat, jika tidak memenuhi kriteria, tidak boleh diterima. Program ini murni untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” tegasnya dengan nada tinggi.
Meski progres pembangunan berjalan positif di atas 70 persen, sejumlah tantangan masih dihadapi oleh pekerja di lapangan, terutama faktor cuaca ekstrem dan akses jalan menuju lokasi proyek yang cukup menantang.
Namun demikian, Joncik tetap optimistis megaproyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target, yakni pada Agustus 2026.
“Kendalanya memang faktor cuaca dan akses jalan. Tapi saya yakin dengan kerja keras dan sinergi semua pihak, target penyelesaian pada Agustus nanti bisa tercapai,” katanya optimistis.
Menutup peninjauannya, Joncik berharap kehadiran Sekolah Rakyat ini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
“Saya percaya, sekolah ini akan menjadi jembatan emas bagi anak-anak Empat Lawang dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan mengubah nasib keluarga mereka,” pungkasnya.

