MURATARA—Detiktvsimsel.co.id
Warga Desa Berani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Su’ud, mengeluhkan kerusakan parah pada kebun kelapa sawit miliknya akibat dugaan pencemaran limbah aktivitas pengeboran minyak mentah milik PT Seleraya Merangin Dua.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pohon-pohon sawit milik Su’ud menunjukkan gejala kerusakan berat, mulai dari daun menguning, pertumbuhan kerdil, gagal berbuah, hingga mati. Kondisi ini diperparah dengan perubahan warna aliran Sungai Gerungan yang kini menjadi coklat kehitaman.
Su'ud mengungkapkan bahwa posisi lahannya berada jauh lebih rendah dari titik pengeboran sumur minyak perusahaan. Pihak perusahaan sejatinya pernah diingatkan agar membangun tanggul sesuai standar guna mencegah pencemaran berulangseperti insiden yang sempat terjadi sebelumnya di wilayah WB 9.
Namun, peringatan tersebut diduga diabaikan oleh pihak manajemen perusahaan, sehingga limpasan limbah kembali mengancam lahan warga di dataran yang lebih rendah.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih menunggu hak jawab dan klarifikasi resmi dari pihak PT Seleraya Merangin Dua guna memastikan pemberitaan yang berimbang dan menegakkan prinsip transparansi informasi bagi publik. (Red).

