Notification

×

Iklan Lptopt

Iklan Hp

Tag Terpopuler

Pasca Aksi di Polres, Cipayung Plus Silampari Bagikan Masker untuk Warga Terdampak Asap Karhutla

Kamis, 10 September 2026 | 6:15:00 AM WIB Last Updated 2026-09-10T13:15:45Z
    Bagikan Berita ini
LUBUK LINGGAU,Detiktvsumsel.co.id (10/9/26) Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Aliansi Cipayung Plus Silampari. Usai menyampaikan aspirasi dan melakukan penandatanganan komitmen bersama dengan Polres Lubuk Linggau, massa aksi tidak langsung membubarkan diri.

Mereka justru turun ke tengah masyarakat dengan melakukan aksi sosial pembagian masker di kawasan Simpang RCA, Kota Lubuk Linggau, Kamis (10/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembagian masker menyasar pengendara dan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Sejumlah anggota Cipayung Plus Silampari terlihat membagikan masker secara langsung kepada pengguna jalan sebagai upaya sederhana untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang terdampak asap.

Direktur LKBH DPC PERMAHI Lubuk Linggau, Iventaris Agung Wijaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat.

Menurutnya, perjuangan mahasiswa tidak boleh hanya dimaknai sebagai aktivitas menyampaikan kritik, melakukan demonstrasi atau menyampaikan tuntutan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Cipayung Plus Silampari tidak hanya hadir ketika menyampaikan kritik dan tuntutan. Ketika masyarakat menghadapi persoalan, kami juga harus hadir memberikan aksi nyata,” ujar Iventaris.

Ia menjelaskan, persoalan asap akibat karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kepentingan dan keselamatan masyarakat yang harus mendapatkan perhatian serius.

“Asap karhutla tentu berdampak langsung terhadap masyarakat. Karena itu, pembagian masker ini memang sederhana, tetapi menjadi bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik,” katanya.

Iventaris menegaskan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok masyarakat yang tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengambil bagian dalam persoalan kemasyarakatan.

“Jangan sampai mahasiswa hanya dikenal ketika turun melakukan aksi. Kami juga ingin masyarakat melihat bahwa gerakan mahasiswa bisa hadir dengan solusi dan kepedulian. Kritik tetap kami lakukan, tetapi kepedulian sosial juga harus berjalan,” tegasnya.

Tidak Hanya Mengkritik, Tetapi Turun Langsung

Menurut Iventaris, kegiatan pembagian masker tersebut juga menjadi pesan bahwa Cipayung Plus Silampari ingin membangun gerakan mahasiswa yang kritis sekaligus humanis.

Ia berharap persoalan karhutla mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak, terutama dalam aspek pencegahan dan penanganannya.

“Kami berharap persoalan karhutla jangan hanya menjadi perhatian ketika asap sudah menyebar dan masyarakat mulai merasakan dampaknya. Pencegahan harus dilakukan secara serius, penegakan hukum terhadap pelaku harus tegas, dan masyarakat harus mendapatkan perlindungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iventaris agung wijaya mengatakan bahwa pemerintah, aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam mencegah terjadinya karhutla serta meminimalisasi dampaknya.

“Kami dari mahasiswa akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial. Tetapi di sisi lain, kami juga ingin memberikan kontribusi nyata. Hari ini kami membagikan masker, karena ada masyarakat yang membutuhkan. Besok, ketika ada persoalan lain, kami juga akan berusaha hadir sesuai kapasitas kami,” pungkas Iventaris agung wijaya.

Aksi pembagian masker di Simpang RCA tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Cipayung Plus Silampari pada Kamis (10/9/2026). Usai menyuarakan aspirasi di hadapan Polres Lubuk Linggau, mereka memilih menutup rangkaian aksi dengan turun langsung memberikan kepedulian kepada masyarakat.

Bagi Cipayung Plus Silampari, gerakan mahasiswa bukan sekadar berbicara dan menuntut, tetapi juga hadir, peduli dan berbuat untuk masyarakat.
×
Berita Terbaru Update