Lubuklingau -Detiktvsumsel.co.id
Ahlul Fajri, yang tergabung dalam Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 serta aktif di Ormas Amanah Bangsa Rakyat Indonesia Bersatu (ABRI-1), secara tegas menyoroti dan mempertanyakan integritas proses seleksi calon Paskibraka Kota Lubuklinggau Tahun 2026, khususnya terkait penerapan standar tinggi badan minimal 170 cm yang harus mengacu pada ketentuan nasional.
Kami mengingatkan panitia seleksi agar tidak bermain-main dengan amanah negara. Proses seleksi Paskibraka bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari pembinaan karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai disiplin, nasionalisme, dan integritas.
Jangan sampai seleksi ini tercoreng oleh praktik-praktik tidak sehat, seperti Titipan oknum pejabat, Intervensi kekuasaan, Permainan kepentingan kelompok tertentu Atau manipulasi standar seleksi yang menyimpang dari aturan pusat.
Kami menegaskan bahwa seleksi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan konsisten sesuai dengan ketentuan nasional yang telah ditetapkan.
Adapun syarat nasional seleksi Paskibraka Tahun 2026 meliputi:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Pelajar kelas X SMA/MA/SMK sederajat.
- Usia 16–18 tahun pada 17 Agustus 2026.
- Izin tertulis orang tua/wali dan kepala sekolah.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Nilai akademik minimal kategori baik.
Standar fisik nasional.
- Tinggi badan putra: 170–180 cm.
- Tinggi badan putri: 165–175 cm.
- Berat badan ideal.
Tahapan seleksi: Administrasi, wawasan kebangsaan, intelegensia umum, kesehatan, parade, PBB, kesamaptaan, dan kepribadian.
Kami menyatakan dengan tegas bahwa Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 bersama ABRI-1 akan melakukan pengawasan langsung dan terbuka terhadap seluruh proses seleksi ini.
Apabila ditemukan:
Ketidaksesuaian dengan aturan pusat, Indikasi kecurangan, Atau adanya praktik “main belakang” dalam penentuan peserta maka kami tidak akan tinggal diam.
Kami siap mengambil langkah-langkah tegas, mulai dari:
Membuka secara publik dugaan penyimpangan, Melaporkan kepada aparat penegak hukum, Hingga menggalang kekuatan masyarakat untuk melakukan aksi sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.
Ini adalah peringatan serius bagi seluruh pihak yang terlibat,
Jangan korbankan masa depan generasi muda hanya demi kepentingan sempit dan kekuasaan sesaat.
Kami berharap seleksi calon Paskibraka Kota Lubuklinggau Tahun 2026 benar-benar menjadi cermin keadilan, integritas, dan profesionalitas, bukan panggung praktik kotor yang mencederai kepercayaan publik.

