Notification

×

Iklan Lptopt

Iklan Hp

Tag Terpopuler

Fauzi Amro Buka Suara: Tak Boleh Ada Pembiaran Premanisme dan Intimidasi di Ruang Demokrasi Sumsel!

Kamis, 15 Oktober 2026 | 3:48:00 AM WIB Last Updated 2026-10-15T10:48:32Z
    Bagikan Berita ini



PALEMBANG — DetikTv Sumsel.co.id
Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Selatan menyampaikan sikap tegas terkait dugaan tindakan intimidasi terhadap mahasiswa Cipayung Plus Palembang dan insan pers/wartawan saat aksi damai di Mapolda Sumatera Selatan pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Selatan, H. Fauzi Amro, M.Si, mengecam keras segala bentuk tekanan maupun premanisme yang mencederai nilai-nilai demokrasi dan kebebasan pers di Sumatera Selatan.

"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam dan berdiri penuh bersama rekan-rekan mahasiswa serta insan pers. Mahasiswa adalah kekuatan moral bangsa, dan jurnalis adalah pilar demokrasi. Bebas menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang wajib dilindungi, bukan diintimidasi," tegas Fauzi Amro.

Merespons insiden tersebut, MPW Pemuda Pancasila Sumatera Selatan secara resmi mengeluarkan 7 poin tuntutan dan pernyataan sikap:

* Keprihatinan dan Solidaritas: Menyampaikan empati mendalam serta menegaskan dukungan penuh bagi mahasiswa Cipayung Plus Palembang dan awak media yang menjadi korban dugaan intimidasi.
 * 
 * Mendesak Evaluasi Kapolda Sumsel: Meminta Kapolda Sumatera Selatan untuk mengevaluasi secara menyeluruh prosedur penanganan dan pengamanan aksi mahasiswa.
 * 
 * Pengusutan Tuntas: Meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan intimidasi terhadap mahasiswa dan wartawan di lapangan.

 * Ungkap Aktor Intelektual: Meminta pengungkapan pihak-pihak yang mengorganisasi atau menggerakkan tindakan intimidasi tersebut secara transparan, adil, dan terbuka di hadapan publik.

 * Jaminan Perlindungan Hukum: Meminta jaminan keselamatan, keamanan, dan perlindungan hukum bagi seluruh elemen mahasiswa dan insan pers.

 * Tolak Premanisme Demokrasi: Memastikan tidak ada pembiaran terhadap segala bentuk aksi premanisme maupun intimidasi di ruang demokrasi.

 * Komitmen Menjaga Kondusifitas: Mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusifitas, seraya mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Selatan bekerja profesional, transparan, dan menindak tegas siapapun pelakunya tanpa pandang bulu.
Fauzi Amro menutup pernyataannya dengan mengingatkan pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat.

"Suara mahasiswa adalah suara rakyat. Demokrasi harus kita jaga bersama, bukan dibungkam!" pungkas Fauzi Amro. (Red).

×
Berita Terbaru Update