Notification

×

Iklan Lptopt

Iklan Hp

SPACE IKLAN HP

Masukkan dan Kritik Putra Asli Muratara DR. Bukhori untuk HDS-InayaDETIK TV SUMSEL

Kamis, 15 Juni 2023 | 10:29:00 PM WIB Last Updated 2023-06-16T05:29:18Z
    Bagikan Berita ini


DETIK TV SUMSEL | MURATARA - Dr. A. Bukhori,S.H.,M.H., Putra asli Muratara kelahiran Desa Surulangun Rawas Kecamatan Rawas Ulu menyampaikan kritik dan masukan kepada H. Devi Suhartoni dan H. A Inayatullah. 
Beliau menyampaikan 19 poin kritik dan masukan tersebut pada HUT Kabupaten Muratara Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (14/06/2023).

” Sebagai putra daerah yang peduli akan kemajuan saya mencatat sejumlah isu penting di "Bumi Berselang Serundingan" akan kami soroti secara jernih, terbuka dan obyektif. Untuk kepentingan semua, kami memberanikan diri untuk menyampaikan kritik, koreksi sekaligus solusi yang kami sarankan,” ujarnya

Bukhori memaparkan kritik tersebut di sela-sela waktu santai di tempat tinggalnya di Bengkulu melalui Grup WhatsApp.

19 poin kritikan Bukhori yang disampaikan kepada pemerintah Muratara yang dipimpin HDS – Inayatulah. Poin-poin tersebut dari mulai permasalahan Perekonomian, Sosial, Pembangunan, dan Janji-janji Politik .

“Ini 19 Masukan dan Kritik Bukhori tokoh Masyarakat Muratara untuk H. Devi Suhartoni (HDS) dan A. Inayatullah yaitu :
1. Infrastruktur masih banyak yang rusak,
2. Perkantoran dan gedung DPRD belum rampung,
3. Pembanguan Kantor dinas. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum dimulai, masih ngontrak di ruko – ruko sedangkan Kabupaten Muratara sudah berusai 10 tahun
4. TKS banyak dirumahkan,
5. SPH belum di lunaskan,
6. PLN belum normal
7. P3K masih memilih – memilah,
8. PDAM belum mengalir lancar,
9. AIR /Sungai masih keruh bukan banjir,
10. ASN suka dimarah – marah.
11. 3T yang belum berakhir.
12. Janji kampanye yang masih banyak belum terrealisasi dengan bermacam dalih (dipotong wabah covid, APBD minus, Refocusing).
13. Banyak janji yang belum sesuai dengan aksi.
14. Perencanaan pusat perkantoran yang salah.
15. Pembangunan fisik yang anti kritik dan kritis.
16. Penguasa yang bergaya sombong dan diktator.
17.  Formasi anggota DPRD masih 25 orang, padahal jika memenuhi syarat maksimal di benarkan oleh aturan boleh 50 orang.
18. Mutasi dan Demusi ASN atas dasar like and dislike.
19. MOU dengan beberapa Rumah Sakit di Kota Lubuklinggau dan Palembang yang pembung.

Dia juga mengatakan, kita tidak membenci, tetapi mengkritisi kebijakan dan janji kampanye mereka berdua, ” terangnya. (Rilis02Zm,Fer)
×
Berita Terbaru Update