MUSI RAWAS – Detiktvsumsel .co.id
Aksi premanisme jalanan kembali lagi terjadi. Kali ini menimpa Rodi Hartono, seorang sopir truk yang merupakan anak buah dari unit usaha NN Transport. Korban dikeroyok secara brutal oleh sekelompok orang di Jalan Lintas Sumatera, Desa Pedang, Kecamatan Muara Beliti, pada Rabu (11/3) malam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 23.30 WIB saat Rodi tengah menjalankan tugasnya mengangkut pasir. Di tengah perjalanan, kendaraan milik NN Transport tersebut dihentikan paksa oleh sekelompok orang tak dikenal.
Tanpa basa-basi, para pelaku langsung melakukan intimidasi fisik. Menurut keterangan korban dalam laporan polisinya, para pelaku sempat berteriak, "Kamu nila wong yang merusak pasaran pasir" (Kamu lah orang yang merusak pasaran pasir), sebelum akhirnya mendaratkan bogem mentah ke wajah korban.
Tak puas memukul korban di dalam kabin, para pelaku memaksa korban turun dan menurunkan muatan pasirnya. Begitu korban keluar dari kendaraan, pengeroyokan semakin menjadi-jadi. Korban diterjang dan dipukuli secara membabi buta hingga mengalami luka serius.
"Saya dipukul dan diterjang berkali-kali. Beruntung ada orang yang melintas dan melerai, jika tidak mungkin kondisinya lebih parah," ungkap korban dalam uraian kejadiannya.
Akibat pengeroyokan tersebut, Rodi Hartono mengalami diantaranya Luka robek/cedera pada bagian hidung.Luka lebam hebat di bagian kening.Cedera pada kepala bagian belakang.
Setelah dilerai oleh saksi di lokasi, para pelaku langsung tancap gas melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju arah Lubuklinggau.
Korban yang tidak terima atas perlakuan semena-mena tersebut langsung mendatangi Polres Musi Rawas untuk menuntut keadilan. Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian guna mengungkap identitas para pelaku yang diduga merupakan "pemain" atau preman di sektor angkutan pasir.
Aksi ini mencerminkan lemahnya jaminan keamanan bagi pekerja logistik di jalan lintas. Polisi diharapkan bertindak tegas agar praktik premanisme berkedok 'pengaturan harga pasar' tidak menjadi budaya yang merugikan masyarakat kecil.

